Pentingnya Kehidupan yang berbasis
kesadaran
Oleh; Mohammad Ali
“Janganlah
melihat masalalu dengan penyesalan, jangan juga melihat masa depan dengan
ketakutan, tetapi lihatlah realitasdengan penuh kesadaran” (james Thuber)
Dengan
berkembangnya zaman yang semakin modern dan canggih, kehidupan semakin mapan
dan problem kahiduapan sosialpun semakin kompleks,tetapi kesadaran dan hormat
menghormati antara yang tua dan yang mudah danantarayang satu dengan yang
lainsudah terkikis dari sendi kehidupan,sehingga menuju zaman yang akan membentuk
karakter manusiayang berkarakter individual dan sabjektif, sungguh ironis
kehidupan ini, apabila kita sebagai bangsa sang sangat menjunjung tinggi nilai
kesatuan dan persatuan tidak melestarikannya dengan budaya-budaya moralitas yang
sudah banyak tergeser dari kehidupan bermasyarakat.
Begitu
kuat pengaruh kaum modernis mengkonstruk bangsa ini, sehingga dengan berbagai ide
dan tranfosmasinya, mampu merubah karakter tunas bangsa menjadi karakter ala
modernis ( pola pikir, gaya dll),sehinggamereka lebih membanggakan budaya orang
lain dari pada budayanya sendiri.Kita lihat realitas pada saat sekarang, begitu
banyakditemui dalam kehidupanbaik di perkotaan, maupun di pedesaan yang dikenal
dengan orang paradoks(awam)telah terkontaminasi oleh cara berfikir dan gaya
hidup kaum modernis yang membawa bangsa kepada hal yang kurang etis.
Begitu
banyak budaya-budaya lokal yang sudah hilang darikehidupan ini, baik itu dari
segi pakaian, bahasa, dan yang lain, akibat trand-trend yang disuguhkan oleh kaum
modernis, sehingga berpengaruh kepada nilai kebangsaan dan nilai-nilai
kemanusiaan, kalau berfikir sejenak, melihat contoh yang jamak terjadi dalam
bangsa adalah masalah trend dan pergaulan, seorang anak muda yang dulu trend dengan
berambut pendek dan difoni yang sudah menjadi gaya dalam kehidupansehari-harinya
mudah di rubah oleh paradigma modernis dengan gaya hidupan ranbut di berdirikan,
di semir, di punk, dan lain-lain.
Melihat
dinamikadalam masyarakat begitu bebas pergaulan yang terjadi dalam masyarakat sehingga
semakin tidak kenal arah, halnya laki-laki dan perempuan yang jalan bareng tampa
ikatan perkawinan (mahrom) enak-enakan tampa ada teguran dari seorang
masyarakat, sehingga hal tersebut menjadi tradisi yang telah menggeser nilai-nilai
keagamaan dalam kehidupan.Bagaimana kalau tunas bangsa sudah terkena penyakit
pada usia dini, maka semakin tua karakter anak bangsa akan menjadi lebih kronis,
sehingga kontrol sosial dalam kehidupan itu perlu di tegakkan agar bangsa ini
selalu intropeksi tentang tingkahlaku yang
dilakukannya, apakah itu baik atau buru.
Mengutip
daribuku “Manusia, penciptaan,tugas, dan tujuan“ karangan KH.Fathullah.di jelaskan
bahwa “ seorang manusia dikatakan manusia apabila dia menyadari kesalahannya”,
kalau refleksikan fragmen di atas, patutkah kita dikatakan manusia, sementara
kita lebih memikirkan dunia dari pada akhirat, sehingga lupa untuk menyadari atau
intropeksi diri. Yang banyak terjadi dalam lingkungan masyarakat adalah
mengintropeksi kesalahan orang lain, hal ini di larang oleh agama, dalam
Al-Qur’an di jelaskan “hasibu
amfusakum kobla antuhasabu” jadi
kita perlu untuk menelaah diri sebelum menelaah kesalahan diri orang lain, hal
ini kadang tidak pernah terpikir dan tidak pernah di implementasikan dalah kehidupan.
Seorang
filosof mengatakan “guru terbaik adalah pengalaman”, kalau kita menyelami dari
fragmen tersebut begitu luas interpretasi dari kata-kata yang hanya empat kata,
tetapi maknanya mencakup begitu banyak sendi kehidupan, kesadaran dalam melihat
suatu realitas sangatlah urjen untuk di jadikan landasan dalam menjalani suatu
kehidupan, banyak manusia masih melakukan aktivitas diri yang jauh dari
kesadaran, sehingga hal tersebut menjadi dampak yang buruk bagi dirinyalebih-lebih
pada diri orang lain, contoh dalam kehidupan seperiti halnya anak muda sekarang
yang banyak mereduksi pola pikir dan gaya kehidupan yang baginya sangat trend
adalah pergaulan yang kurang baikyang menimbulkan dampak negatif, baik pada
dirinya dan orang lain seperti minuman keras, Narkoba, Ganja, dan lain
sebagainya.
Kalau
bangsa sudah terkontaminasi dengan trend-trend dan pola pikir kaum modernis,
maka bangsa akan hancur, karena kemajuan suatu bangsa tergantung kepada
karakter bangsa itu sendiri (Ahmad Sangkono; dalam seminar pendidikan), jangan
salahkan jika pada saat sekarang suda bangsa sudah teracuni oleh kehidupan
barat,sehingga tidak dapat di elakkan bangsa ini akan saling serang antara yang
satu dengan yang lain, secara tidak langsung kita akan kembali ke zaman masa
lalu, siapa yang kuat dia yang dapat.
Jangan
biarkan tunas itu tumbuh tampa di pelihara dan di ayomi, karena akan mudah
terkena penyakit, tunas itu tumbuh dengan baik karena pemeliharannya yang
optimal dan efektif, dan jangan salahkan tunas itu tumbuh tidak sehat karena kurangnya pemeliharaan dan
perawatanya, suatu negara adalah bagai mana dia dapat mendidik warga negaranya
untuk jadi baik, bukan malah memihak kepada kaum elit yang akan membutakan
suatu kenyataan hidup antara yang baik dan yang buruk, sehingga kadang dalam
pemilahannya menjadi kabur antara antara yang salah dan yang benar, maka dari
itu suatu kesadaran perlu dalam menelaah suatu realitas dengan akal murni bukan
dengan akal yang penuh dengan cinta dan benci.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking