Woensdag 29 Mei 2013

Pentingnya Kehidupan yang berbasis kesadaran
Oleh; Mohammad Ali
“Janganlah melihat masalalu dengan penyesalan, jangan juga melihat masa depan dengan ketakutan, tetapi lihatlah realitasdengan penuh kesadaran”  (james Thuber)
Dengan berkembangnya zaman yang semakin modern dan canggih, kehidupan semakin mapan dan problem kahiduapan sosialpun semakin kompleks,tetapi kesadaran dan hormat menghormati antara yang tua dan yang mudah danantarayang satu dengan yang lainsudah terkikis dari sendi kehidupan,sehingga menuju zaman yang akan membentuk karakter manusiayang berkarakter individual dan sabjektif, sungguh ironis kehidupan ini, apabila kita sebagai bangsa sang sangat menjunjung tinggi nilai kesatuan dan persatuan tidak melestarikannya dengan budaya-budaya moralitas yang sudah banyak tergeser dari kehidupan  bermasyarakat.
Begitu kuat pengaruh kaum modernis mengkonstruk bangsa ini, sehingga dengan berbagai ide dan tranfosmasinya, mampu merubah karakter tunas bangsa menjadi karakter ala modernis ( pola pikir, gaya dll),sehinggamereka lebih membanggakan budaya orang lain dari pada budayanya sendiri.Kita lihat realitas pada saat sekarang, begitu banyakditemui dalam kehidupanbaik di perkotaan, maupun di pedesaan yang dikenal dengan orang paradoks(awam)telah terkontaminasi oleh cara berfikir dan gaya hidup kaum modernis yang membawa bangsa kepada hal yang kurang etis.
Begitu banyak budaya-budaya lokal yang sudah hilang darikehidupan ini, baik itu dari segi pakaian, bahasa, dan yang lain, akibat trand-trend yang disuguhkan oleh kaum modernis, sehingga berpengaruh kepada nilai kebangsaan dan nilai-nilai kemanusiaan, kalau berfikir sejenak, melihat contoh yang jamak terjadi dalam bangsa adalah masalah trend dan pergaulan, seorang anak muda yang dulu trend dengan berambut pendek dan difoni yang sudah menjadi gaya dalam kehidupansehari-harinya mudah di rubah oleh paradigma modernis dengan gaya hidupan ranbut di berdirikan, di semir, di punk, dan lain-lain.
Melihat dinamikadalam masyarakat begitu bebas pergaulan yang terjadi dalam masyarakat sehingga semakin tidak kenal arah, halnya laki-laki dan perempuan yang jalan bareng tampa ikatan perkawinan (mahrom) enak-enakan tampa ada teguran dari seorang masyarakat, sehingga hal tersebut menjadi tradisi yang telah menggeser nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan.Bagaimana kalau tunas bangsa sudah terkena penyakit pada usia dini, maka semakin tua karakter anak bangsa akan menjadi lebih kronis, sehingga kontrol sosial dalam kehidupan itu perlu di tegakkan agar bangsa ini selalu intropeksi tentang tingkahlaku yang  dilakukannya, apakah itu baik atau buru.
Mengutip daribuku “Manusia, penciptaan,tugas, dan tujuan“ karangan KH.Fathullah.di jelaskan bahwa “ seorang manusia dikatakan manusia apabila dia menyadari kesalahannya”, kalau refleksikan fragmen di atas, patutkah kita dikatakan manusia, sementara kita lebih memikirkan dunia dari pada akhirat, sehingga lupa untuk menyadari atau intropeksi diri. Yang banyak terjadi dalam lingkungan masyarakat adalah mengintropeksi kesalahan orang lain, hal ini di larang oleh agama, dalam Al-Qur’an di jelaskan “hasibu amfusakum  kobla antuhasabu” jadi kita perlu untuk menelaah diri sebelum menelaah kesalahan diri orang lain, hal ini kadang tidak pernah terpikir dan tidak pernah di implementasikan dalah kehidupan.
Seorang filosof mengatakan “guru terbaik adalah pengalaman”, kalau kita menyelami dari fragmen tersebut begitu luas interpretasi dari kata-kata yang hanya empat kata, tetapi maknanya mencakup begitu banyak sendi kehidupan, kesadaran dalam melihat suatu realitas sangatlah urjen untuk di jadikan landasan dalam menjalani suatu kehidupan, banyak manusia masih melakukan aktivitas diri yang jauh dari kesadaran, sehingga hal tersebut menjadi dampak yang buruk bagi dirinyalebih-lebih pada diri orang lain, contoh dalam kehidupan seperiti halnya anak muda sekarang yang banyak mereduksi pola pikir dan gaya kehidupan yang baginya sangat trend adalah pergaulan yang kurang baikyang menimbulkan dampak negatif, baik pada dirinya dan orang lain seperti minuman keras, Narkoba, Ganja, dan lain sebagainya.
Kalau bangsa sudah terkontaminasi dengan trend-trend dan pola pikir kaum modernis, maka bangsa akan hancur, karena kemajuan suatu bangsa tergantung kepada karakter bangsa itu sendiri (Ahmad Sangkono; dalam seminar pendidikan), jangan salahkan jika pada saat sekarang suda bangsa sudah teracuni oleh kehidupan barat,sehingga tidak dapat di elakkan bangsa ini akan saling serang antara yang satu dengan yang lain, secara tidak langsung kita akan kembali ke zaman masa lalu, siapa yang kuat dia yang dapat.

Jangan biarkan tunas itu tumbuh tampa di pelihara dan di ayomi, karena akan mudah terkena penyakit, tunas itu tumbuh dengan baik karena pemeliharannya yang optimal dan efektif, dan jangan salahkan tunas itu tumbuh tidak  sehat karena kurangnya pemeliharaan dan perawatanya, suatu negara adalah bagai mana dia dapat mendidik warga negaranya untuk jadi baik, bukan malah memihak kepada kaum elit yang akan membutakan suatu kenyataan hidup antara yang baik dan yang buruk, sehingga kadang dalam pemilahannya menjadi kabur antara antara yang salah dan yang benar, maka dari itu suatu kesadaran perlu dalam menelaah suatu realitas dengan akal murni bukan dengan akal yang penuh dengan cinta dan benci.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking