BUMI PERTIWI,
UNTUK
KESEJAHTERAAN BANGSA
Manusia
diturunkan kebumi oleh Tuhan adalah sebagai kholofah fil ardi, maka manusia
mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan kehidupan
dimuka bumi ini dengan menjaga
kesetabilan alam dengan sebaik-baiknya. Keadaan bumi tergantung dari manusia dalam menjaga dan melestarikannya, apabila
manusia itu menjaga kesetabilan alam dengan baik, maka yang akan tercipta
adalah suatu kemasalahatan yang akan dia peroleh dari alam tersebut, tetapi
sebaliknya, apabila manusia tidak menjaganya- merusaknya, maka kemodarotan-
bencana yang akan diberikan oleh alam kepadanya, seperti, yang sudah terjadi di
negara kita yaitu tragedi tsunami yang terjadi di aceh pada tahun 2006 kemaren,
dan meletusnya gunung merapi di jogjakarta, sehingga memakan banyak korban.
Diantaranya yang jadi korban adalah jurugunci gunung tersebut yaitu Mbah
Marijan.
Dengan melihat
beberapa bencana yang telah melanda bangsa ini, seharusnya kita sebagai manusia
yang diberi akal oleh tuhan, sadar dan memperbaiki tingkah laku yang selama ini
kita lakukan, yaitu penebangan hutan secara liar, perambahan, penambangan, dan
lain-lain. Kompas. Rabu (18/04) indonesia memiliki 43 taman nasional darat
dengan luas kawasan mencapai 12,3 juta hektar. Namun sekitar 30 persen di
antaranya dalam kondisi rusak parah akibat perambahan. Dari Data Dinas
Pertambangan dan Energi provinsi aceh menyebutkan, ada 40 perusahaan
pertambangan yang mengantongi izin usaha diwilayah nagan raya, aceh selatan,
ach barat daya, dan singkil. Lokasi penambangan 40 perusahaan itu merusak
kawasan ekosistem louser (KEL) dizona hutan lindung.
Dengan problem
tersebut, bagaimana manusia dapat merefleksikan dan mengkaji ulang tentang
kemaslahatan dan kemodarotan dari suatu usaha dalam meningkatkan taraf ekonomi nagara
yang lebih baik, seperti adanya berbagai perusahaan penambangan yang ada di
negara kita ini, bukannya kita menciptakan suatu kesejahteraan bagi bangsa ini,
malah yang ada kesengsaraan yang terjadi, lebih-lebih kepada masyarakat bawah,
secara materi denagn adana perusahaan penambangan akan menambah devisa negara
dari perusahan tersebut, sehingga pemerintah lebih mementingkan materi dari
pada kesejahteraan rakyatnya, maka akan
tercipata masyarakat yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin, sungguh
ironis jika kekayaan bumi pertiwi ini hanya dinikmati oleh segelintir orang,
teruspertanyaanya mampukah negara ini menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya,
hal ini merupakan cita-cita dari para founding father bangsa ini.
Seandainya
kita mencontoh kehidupan orang-orang cina dalam melestarikan alam ini, niscaya
kesetabilan dan kemaslahatan alam ini akan terjaga, orang cina cenderung menjaga dan menyatukan
dirina dengan alam dari pada menguasai alam tersebut, sehingga nilai
kepemilikan terhadap alam menjadi suatu nilai yang tertanam dalam diri orang
cina, jadi kemaslahatan yang dia prioritaskan dari pada suatu kemoderotan yang
akan menyebabkan suatu kehancuran terhadap alam ini.
Apakah kita
sebagai warga negara indonesia akan tinggal diam melihat keadaan alam yang
sudah dirusak oleh orang-orang tidak bertanggung jawab, apakah kita hanya akan
diam dan meratapi alam kita yang sudah dijadikan lahan penghasil ekonomi terbesan ini hanya dapat di
nikmati oleh pemerintah dan perusahaan-perusahaan asing yang telah memanfaatkan
alam kita ini, secara tidak sadar kita telah ditipu oleh para oknum-oknum yang
tidak bertanggung jawab ini.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking