Woensdag 29 Mei 2013

BUMI PERTIWI,
UNTUK KESEJAHTERAAN BANGSA

Manusia diturunkan kebumi oleh Tuhan adalah sebagai kholofah fil ardi, maka manusia mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan kehidupan dimuka  bumi ini dengan menjaga kesetabilan alam dengan sebaik-baiknya. Keadaan bumi tergantung dari manusia  dalam menjaga dan melestarikannya, apabila manusia itu menjaga kesetabilan alam dengan baik, maka yang akan tercipta adalah suatu kemasalahatan yang akan dia peroleh dari alam tersebut, tetapi sebaliknya, apabila manusia tidak menjaganya- merusaknya, maka kemodarotan- bencana yang akan diberikan oleh alam kepadanya, seperti, yang sudah terjadi di negara kita yaitu tragedi tsunami yang terjadi di aceh pada tahun 2006 kemaren, dan meletusnya gunung merapi di jogjakarta, sehingga memakan banyak korban. Diantaranya yang jadi korban adalah jurugunci gunung tersebut yaitu Mbah Marijan.
Dengan melihat beberapa bencana yang telah melanda bangsa ini, seharusnya kita sebagai manusia yang diberi akal oleh tuhan, sadar dan memperbaiki tingkah laku yang selama ini kita lakukan, yaitu penebangan hutan secara liar, perambahan, penambangan, dan lain-lain. Kompas. Rabu (18/04) indonesia memiliki 43 taman nasional darat dengan luas kawasan mencapai 12,3 juta hektar. Namun sekitar 30 persen di antaranya dalam kondisi rusak parah akibat perambahan. Dari Data Dinas Pertambangan dan Energi provinsi aceh menyebutkan, ada 40 perusahaan pertambangan yang mengantongi izin usaha diwilayah nagan raya, aceh selatan, ach barat daya, dan singkil. Lokasi penambangan 40 perusahaan itu merusak kawasan ekosistem louser (KEL) dizona hutan lindung.
Dengan problem tersebut, bagaimana manusia dapat merefleksikan dan mengkaji ulang tentang kemaslahatan dan kemodarotan dari suatu usaha dalam meningkatkan taraf ekonomi nagara yang lebih baik, seperti adanya berbagai perusahaan penambangan yang ada di negara kita ini, bukannya kita menciptakan suatu kesejahteraan bagi bangsa ini, malah yang ada kesengsaraan yang terjadi, lebih-lebih kepada masyarakat bawah, secara materi denagn adana perusahaan penambangan akan menambah devisa negara dari perusahan tersebut, sehingga pemerintah lebih mementingkan materi dari pada  kesejahteraan rakyatnya, maka akan tercipata masyarakat yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin, sungguh ironis jika kekayaan bumi pertiwi ini hanya dinikmati oleh segelintir orang, teruspertanyaanya mampukah negara ini menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya, hal ini merupakan cita-cita dari para founding father bangsa ini.
Seandainya kita mencontoh kehidupan orang-orang cina dalam melestarikan alam ini, niscaya kesetabilan dan kemaslahatan alam ini akan terjaga,  orang cina cenderung menjaga dan menyatukan dirina dengan alam dari pada menguasai alam tersebut, sehingga nilai kepemilikan terhadap alam menjadi suatu nilai yang tertanam dalam diri orang cina, jadi kemaslahatan yang dia prioritaskan dari pada suatu kemoderotan yang akan menyebabkan suatu kehancuran terhadap alam ini.
Apakah kita sebagai warga negara indonesia akan tinggal diam melihat keadaan alam yang sudah dirusak oleh orang-orang tidak bertanggung jawab, apakah kita hanya akan diam dan meratapi alam kita yang sudah dijadikan lahan  penghasil ekonomi terbesan ini hanya dapat di nikmati oleh pemerintah dan perusahaan-perusahaan asing yang telah memanfaatkan alam kita ini, secara tidak sadar kita telah ditipu oleh para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ini.
  

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking