Mahasiswa, Almamater Tercinta
seorang mahasiswa sepatutnya menjaga kemuliaan nama
almamater tercintanya, kebaikan sebuah almamater tegantung bagaimana seorang mahasiswa
itu menjaga karakter dari almamater atau lembaga tersebut, menjaga nama baik
suatu almamater adalah tanggung jawab seorang mahasiswa itu sendiri, karena
baik buruknya suatu almamater tergantung bagaimana dinamika atau moral dari
seorang mahasiswa itusendiri.
jamak ditemukan dalam lingkungan masyarakat, seorang
pelajar menjaga nama baik almamaternya sampai-sampai berani mati-matin membela
almamater pada waktu menimba ilmu di lembaga tersebut, tetapi ironisnya setelah
selesai atau lulus dari lembaga tersebut lupa terhadap apa yang di dapat dari
lembaga atau kampus yang dia cintai, bagai pepatah “bagai kacang lupa kulitnya”.
sehingga
patutkah dikatakan sebagai mahasiswa lulusan lembaga tesebut sementara dia lupa
akan dedikasi dari pengajar-pengajar yang telah mengarahkan langkah dalam
hidupnya, sehingga sulit untuk mengtakan
mahasiswa yang memang mahasiswa karena hanya ilmu yang didapat sementara
penghargaan dan nilai kepedulian begitu tipis dalam dirinya, sehingga lupa akan
almamater yang telah mendidiknya dan mendewasakannya.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking