KEKURANGGAN
BUKANLAH SUATU KENISCAYAAN DALAM HIDUP
Suatu kekurang yang terdapat
dalam diri seseorang bukanlah suatu keniscayaan dalam menunjukkan suatu potensi
yang terdapat dalam diri seseorang, seperti
yang tersurat dalam koran kompas 12/04/2012, pemanfaatan
video call sebagai sosuli untuk alat
komunikasi bagi seorang siswa tunawicara, agar seorang siswa tunawicara dapat berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat dengan teman atau
gurunyamelalui telpon seluler yang
dilengkapi dengan fasilitas Video Call,
untuk mempermudah peserta didik dalam berinteraksi dengan kawan sekelas
atau sesama tunawicara yang lain.
Banyak di temui dalam
lingkungan kita, seorang tunawicara didiskriminasikan karena kekuranggannya
dalam berinteraktif dengan masyarakat disekitarnya, ini merupakan hal yang
tidak seharusnya dilakukan oleh seseorang sebagai bangsa yang berpegang teguh
terhadap nilai-nilai luhur pancasila. Kita tidaklah harus mementingkan diri
sendiri dalam menjalani hidup ini, bagaimana
seorang bangsa mampun saling menghargai dan menghormati terhadap sesama bangsa,
agar terjadi kesejahteraan terhadap bangsa sebagaimana yang diharapkan oleh funding father bangsa ini.
Asas pancasila hanya
dijadikan pusaka saja, tetapi bangsa kita tidak mampu mengamalkan nilai-nilai
yang terkandung didalamnya. Kalau kita melihat kehidupan desawarsa ini,
paradigma pemikiran bangsa telah terkontaminasi oleh kaum modern, sehingga lupa
akan nilai luhur suatu bangsa. Yang
terjadi timur leste, menurut analisis penulis hal itu terjadi karena seorang pemimpin
mendiskriminasikan provensi tersebut, sehingga terjadi gejolak untuk memisahkan
diri dari negara ini, begitu banyak provensi yang ingin memisahkan diri dengan
negara ini karena ketidak puasaan bangsa tersebut terhadap pemerintah, seperti,
Banda Aceh darussalam, dan papua yang baru-baru ini kita lihat berbagai media.
Hal tersebut merupakan
problem terbesar dalam bangsa ini, bagaimana dengan pemerintah menyikapi solusi
yang diterapkan oleh SLB (sekolah luar biasa), apakah mendukungnya atau bahkan
acuh tak acuh dalam menyikapi hal tersebut, karena tidak hanya orang yang
normal secara fisik maupun psikis yang harus di perhatikan tetapi orang yang
mempunyai kekurangan perlu diperhatikan dalam menciptakan kesejahteraan bangsa
ini.
Sungguh ironis jika bangsa
ini tidak mempberdayakan SLB sebagai lembaga yang telah peduli terhadap
kesejahteraan bangsa, karena begitu banyak anak-anak yang kurang normal secara
fisik,tetapi dia mempunyai keinginan dan
kemampuan yang tidak tergali dalam dirinya, sehingga tidak dapat mengembangkang potensi
yang ada dalam dirinya.
Dengan adanya SLB bagai mana
seorang anak kurang normal mampu mengembangkan potensi yang ada sebagai
kesempatan dalam menunjukkan kemampuanya terhadap bangsa ini, karena suatu
kekuranggan bukanlah suatu keniscayaan dalam mensejahterakan bangsa ini, dengan
hal ini bagaimana dapat memberikan motifasi terhadap orang yang normal. Tidak
hanya orang yang normal yang bisa berkarya tetapi orang cacat mampu menciptakan
suatu karya,banyak kita temui suatu kerya yang ada dalam lingkungan kita,
seperti contoh edmunt Hussell, meskipun dia hanya duduk diatas kursi roda
tetapi dia mampu mengguncangkan dunia dengan pemikirannya.
Maka dari itu kekurangan
bukanlah kendala dalam berkarya selagi ada keinginan dan semangat untuk
menggali kemampuan dalam dirinya dan menunjukkan kepada
halayak banyak bahwa tidak hanya orang yang normal yang dapat berkarya tetapi
orang yang mempunyai kekurangan mampu menciptakan karya yang lebih bagus dari
orang yang normal..
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking